Transformasi Kesadaran Lingkungan di Indonesia: Peran Gen Z dan Milenial dalam Perubahan

Jakarta – Kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga lingkungan hidup menunjukkan kemajuan yang signifikan. Berbeda dengan masa lalu, saat banyak orang kurang memahami pentingnya mendaur ulang dan mengelola sampah dengan bijak, kini semakin banyak individu yang beralih ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Perubahan ini tidak lepas dari pengaruh besar media sosial, di mana berbagai konten kreator aktif dalam memberikan edukasi tentang cara-cara melestarikan lingkungan. Mari kita telusuri lebih dalam!
“Sekitar tahun 2013-2014, ketika saya membagikan informasi tentang cara membuat sabun pencuci piring dari limbah kulit jeruk, respons yang saya dapatkan sangat skeptis. Banyak yang bertanya, ‘Ngapain melakukan itu?’, ‘Untuk apa?’, dan ‘Mengapa tidak membeli saja?'” ungkap Astri Puji Lestari, seorang pegiat lingkungan, dalam acara peluncuran Program Jejak Asri oleh Indonesia Asri di Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026.
Dengan pengalaman sebagai pegiat lingkungan dan konten kreator, Astri menyaksikan secara langsung perubahan sikap masyarakat yang semakin positif terhadap upaya pelestarian lingkungan. Perubahan tersebut mulai terlihat pada tahun 2019, ketika semakin banyak orang yang tertarik untuk mempelajari cara memanfaatkan sampah sebelum membuangnya ke tempat pembuangan akhir.
“Ketika saya membagikan informasi lagi di tahun 2019, responsnya jauh lebih baik dan banyak orang yang penasaran,” tambahnya.
“Ada interaksi yang berbeda, meskipun tetap ada respons, tetapi perubahannya cukup signifikan. Ternyata, waktu yang dibutuhkan untuk masyarakat beradaptasi dengan kondisi lingkungan saat ini memang tidak singkat,” sambungnya.
Astri juga menyoroti dampak generasi terhadap kesadaran lingkungan. Menurutnya, baik generasi Z maupun milenial menunjukkan respons yang positif, meskipun ada perbedaan dalam kebutuhan mereka.
Umumnya, milenial lebih tertarik pada topik-topik seperti cara menyimpan makanan dengan benar dan memilah sampah di rumah tangga.
Sementara itu, generasi Z cenderung lebih fokus pada aspek teknis, seperti menerapkan perilaku peduli lingkungan di tempat kerja serta alat-alat sederhana yang dapat mempermudah pekerjaan mereka.
“Saya percaya bahwa baik generasi Z maupun milenial memiliki respons yang tinggi, tetapi perilaku mereka menunjukkan perbedaan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Jejak Asri merupakan sebuah platform partisipatif yang diluncurkan oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), di mana masyarakat dapat berbagi inspirasi serta aksi nyata untuk lingkungan. Peluncuran Jejak Asri ini menjadi langkah penting dalam Kampanye Indonesia Asri untuk meningkatkan keterlibatan publik dalam gerakan gaya hidup berkelanjutan. Di platform ini, khususnya generasi muda, dapat berbagi ide dan harapan, serta melakukan dialog sosial yang sangat penting untuk mendorong perubahan perilaku yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: Tren Sosial Paling Berpengaruh di Tahun 2023
➡️ Baca Juga: Perjalanan Buku ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ Mengguncang Dunia dari London ke Jepang




