SMF Catat Laba Bersih Rp565 Miliar di 2025, Maksimalkan Surat Utang untuk Pembiayaan Perumahan

Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, lembaga pembiayaan yang berada di bawah Kementerian Keuangan, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan sepanjang tahun 2025. Perusahaan ini melaporkan laba bersih sebesar Rp 565 miliar, menunjukkan pertumbuhan sekitar 5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Seiring dengan pertumbuhan laba, total aset SMF juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp 66,81 triliun, yang merupakan kenaikan sebesar 15 persen secara tahunan. Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 3,10 triliun, menambah bukti soliditas kinerja finansial SMF.
Pencapaian positif ini diraih di tengah tantangan yang dihadapi oleh perekonomian global dan perubahan dalam likuiditas sektor perbankan. Hasil ini menunjukkan bahwa Special Mission Vehicle (SMF) yang dimiliki oleh pemerintah mampu mempertahankan stabilitas operasionalnya meskipun dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, menyatakan bahwa pencapaian kinerja perusahaan mencerminkan ketahanan dan efektivitas model bisnis yang diterapkan, didukung dengan tata kelola yang baik dan manajemen risiko yang kokoh. Ia juga menambahkan bahwa laporan keuangan untuk tahun 2025 telah diaudit oleh lembaga audit independen, KAP Purwanti Susanti dan Surja (EY), dengan hasil opini wajar dalam semua hal yang material.
“Capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi serta akuntabilitas, juga pengelolaan risiko yang prudent, di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah,” ungkap Bonai dalam konferensi pers mengenai kinerja tahunan yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 4 Maret 2026.
Selain mencatatkan pertumbuhan laba dan total aset, Bonai menginformasikan bahwa SMF akan terus memperkuat posisinya sebagai penyedia likuiditas bagi lembaga yang bergerak dalam pembiayaan perumahan di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, lembaga ini telah menyalurkan dana sebesar Rp 20,88 triliun untuk mendukung lembaga pembiayaan perumahan.
Sejak berdirinya hingga tahun lalu, SMF secara kumulatif telah menyalurkan dana sebesar Rp 141,73 triliun ke pasar pembiayaan perumahan primer. Dari jumlah tersebut, alokasi untuk pembiayaan mencapai Rp 127,52 triliun, sementara sekuritisasi berjumlah Rp 14,21 triliun.
Di sisi lain, SMF juga aktif dalam menghimpun dana melalui penerbitan surat utang di pasar modal. Hingga tahun 2025, perusahaan ini telah menerbitkan surat utang sebanyak 73 kali dengan total nilai mencapai Rp 74,87 triliun.
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menekankan bahwa perusahaan akan terus mempercepat berbagai inisiatif strategis pada tahun-tahun mendatang. Langkah ini sejalan dengan program pembangunan 3 juta rumah, yang bertujuan untuk memastikan akses hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
➡️ Baca Juga: Mode Hari Ini: Fakta Menarik yang Bikin Kamu Terkejut
➡️ Baca Juga: Virtual Reality 2.0: Pengalaman Imersif di Dunia Digital




