Rudal Iran Diluncurkan dari Pamekasan Pasca Salat Idul Fitri, Menarik Perhatian Publik

Sejumlah pemuda di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menciptakan heboh dengan meluncurkan petasan berukuran raksasa bertuliskan ‘Iran’ setelah melaksanakan salat Idul Fitri pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Ledakan yang dihasilkan dari petasan tersebut begitu kuat hingga dapat didengar dari desa terdekat.
Meskipun petugas kepolisian setempat gagal mengantisipasi aksi tersebut, petasan yang diluncurkan oleh warga Desa Badung, Kecamatan Proppo, pada pagi hari sekitar pukul 08:30 WIB, berhasil mengejutkan semua yang hadir. Aksi tersebut berlangsung di sebuah area pematang sawah yang luas.
Kendati insiden petasan kerap menimbulkan korban di Pamekasan, para pemuda tersebut tampaknya tidak menghiraukan bahaya yang ada. Mereka tetap melanjutkan tradisi membuat petasan dengan beragam bentuk unik, antara lain ‘Kapal Titanik’, ‘Tugu Monas’, hingga ‘Rudal Iran’.
Aksi peluncuran petasan ini bahkan disiarkan secara langsung di media sosial, memicu beragam komentar dari netizen. Salah satu komentar menyoroti keberadaan aparat kepolisian, “Mana polisinya? Sini tidak apa-apa. Suruh datang, saya kasih rokok,” ungkap seorang pengguna media sosial.
Beberapa netizen lainnya turut mengingatkan tentang bahaya yang ditimbulkan oleh aksi tersebut. “Hati-hati, ini sangat berbahaya,” tulis salah satu dari mereka.
Bahri, salah satu warga setempat, membenarkan bahwa menyalakan petasan telah menjadi kebiasaan tahunan meskipun tidak semua masyarakat mendukung tindakan yang berpotensi membahayakan ini. “Ya, mau bagaimana lagi, di sini sudah menjadi tradisi setiap tahun untuk menyalakan petasan, meskipun memang berisiko,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa meskipun petasan yang diledakkan terdengar sangat keras, sejauh ini tidak pernah mengenai warga. “Hulu ledaknya memang besar, tapi tidak sampai mengenai orang-orang di sekitar,” jelasnya.
Bahri menambahkan, suara ledakan petasan tersebut bahkan sampai didengar oleh teman-temannya yang tinggal di desa sebelah. “Tadi ada teman saya yang menelepon menanyakan tentang ledakan yang terjadi,” tuturnya.
Warga Pamekasan merasa bahwa keberadaan petasan jumbo yang diluncurkan pasca Idul Fitri menunjukkan bahwa pihak berwenang kurang sigap. Banyak yang menilai tindakan pencegahan tidak dilakukan sebelum kejadian ini berlangsung.
Dalam sepekan terakhir, diketahui bahwa insiden terkait petasan telah mengakibatkan tujuh orang terluka di Pamekasan. Para korban mengalami luka parah hingga mengalami kebakaran akibat ledakan yang terjadi.
➡️ Baca Juga: Prabowo Tegaskan Pangan Indonesia Aman di Tengah Krisis Global yang Mengancam
➡️ Baca Juga: Fitch Turunkan Proyeksi Rating Utang RI ke Negatif, Kemenkeu: Ekonomi RI Masih Positif




