Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan atas kinerja sejumlah pejabat di Kabinet Merah Putih yang berasal dari alumni SMA Taruna Nusantara.
Menurut Prabowo, para lulusan dari sekolah prestisius tersebut telah menunjukkan pencapaian yang baik setelah dipercayakan untuk menduduki berbagai posisi strategis dalam pemerintahan.
Ia menyebutkan beberapa alumni SMA Taruna Nusantara yang kini memegang jabatan penting, mulai dari menteri koordinator (menko), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Sekretaris Kabinet (Seskab), hingga para pemimpin lembaga negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, yang berada di Jawa Barat, pada hari Jumat, 30 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Prabowo mengulas latar belakang berdirinya SMA Taruna Nusantara di Magelang, Jawa Tengah, yang telah berdiri selama 36 tahun sejak tahun 1990.
Pada saat pendirian sekolah ini, Panglima ABRI dipegang oleh Jenderal Benny Moerdani.
Ia kemudian menggarisbawahi kontribusi para alumni yang kini dipercaya untuk mengisi berbagai posisi penting di pemerintah, baik di tingkat kementerian maupun lembaga negara.
“Dan saat ini, kita sudah melihat ada dua menteri koordinator, ada jenderal, ada Mensesneg, ada Seskab, serta Kepala BMKG dan Kepala BNPB yang juga merupakan lulusan TN,” ungkap Prabowo.
Dari jabatan-jabatan yang disebutkan oleh Prabowo, terdapat beberapa nama penting, seperti Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan lulusan TN tahun 1997, Menko PMK Sugiono yang juga lulus pada tahun yang sama, Mensesneg Prasetyo Hadi lulus TN 1998, Seskab Teddy Indra Wijaya lulus TN 2007, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani lulus TN 1993, dan Letjen TNI Kristomei Sianturi yang merupakan lulusan TN tahun 1994.
Prabowo juga menyoroti bahwa jumlah alumni SMA Taruna Nusantara yang mendapatkan kepercayaan untuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan terus meningkat. Ia secara terbuka mengakui kualitas dan pencapaian dari para pejabat tersebut.
“Saya harus mengakui bahwa kinerja dan prestasi yang ditunjukkan oleh alumni TN sangat baik,” puji Prabowo.
Bahkan, Prabowo dengan humor mengatakan mengenai penilaian kinerja para alumni tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ia sengaja tidak memberikan penilaian yang terlalu tinggi agar mereka tetap termotivasi untuk mencapai prestasi yang lebih baik.
“Kalau saya bilang kinerjanya sangat baik, mereka mungkin akan merasa puas dan kurang bersemangat. Jadi, saya katakan baik saja. Supaya mereka terus berusaha untuk mendapatkan penilaian yang lebih tinggi. Jika saya berikan nilai A, itu berarti 90 atau 93, sedangkan nilai 100 adalah milik Tuhan. Benar kan?” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Tingkatkan Portofolio dan Evaluasi Strategi untuk Menghadapi Masa Sepi Proyek
➡️ Baca Juga: Penipuan Buka Dapur MBG Terungkap, Pelaku Gunakan Nama Pejabat hingga Korban Rugi Rp950 Juta
