Polisi Selidiki Grup WA yang Masukkan Pelajar Secara Acak Bahas LGBT dan Orientasi Seksual

Jakarta – Sebuah grup WhatsApp yang bernama ‘Add people as much as you can’ tengah jadi sorotan setelah dilaporkan memasukkan sejumlah pelajar secara acak ke dalam grup tersebut.

Kekhawatiran orang tua siswa pun meningkat setelah mengetahui isi percakapan dalam grup itu, mendorong pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kabar mengenai grup ini muncul ketika seorang orang tua, Yuda Fajrin, menemukan bahwa anak dari rekannya terdaftar dalam grup tersebut tanpa sepengetahuannya.

Yuda menjelaskan bahwa nama grup yang mendorong anggotanya untuk menambah orang sebanyak mungkin memungkinkan banyak siswa untuk bergabung tanpa adanya proses verifikasi yang jelas.

“Nama grupnya memang mengundang, ‘Add people as much as you can’,” ungkapnya pada Rabu, 2 September 2026.

Ia menambahkan bahwa orang tua salah satu siswa kemudian membaca percakapan yang berlangsung di dalam grup yang mencurigakan itu.

“Karena sesuai nama grupnya, dia asal mengundang orang lain, dan ayahnya yang jadi ikut terundang. Akhirnya, ayahnya membaca isi percakapan di grup tersebut,” jelasnya.

Yuda mengungkapkan bahwa pembahasan dalam grup tersebut meliputi topik LGBT. Bahkan, ada jajak pendapat yang menanyakan orientasi seksual anggota grup.

“Di dalam grup tersebut ada diskusi tentang LGBT, termasuk pertanyaan dalam voting ‘Are you gay, lesbian, straight or others?’. Ini sangat mengkhawatirkan. Saya harap orang tua yang memiliki anak dengan WhatsApp lebih berhati-hati karena grup ini sedang dalam proses investigasi,” tegasnya.

Informasi ini kini bukan hanya menjadi keresahan bagi orang tua, tetapi juga menarik perhatian pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya untuk menelusuri dugaan tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, menyatakan bahwa Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya sedang melakukan penyelidikan terkait informasi ini.

“Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya saat ini tengah menyelidiki informasi terkait grup WhatsApp tersebut,” ungkap Budi.

Selain menginvestigasi aktivitas yang berlangsung di dalam grup, pihak kepolisian juga mempersiapkan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi siswa dari konten berisiko yang beredar di media sosial.

Polda Metro Jaya berencana untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah serta memberikan edukasi kepada siswa mengenai penggunaan media sosial yang aman dan bertanggung jawab.

➡️ Baca Juga: Kondisi Terkini: Komdigi Lacak Sinyal 5 Perangkat Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

➡️ Baca Juga: Makan Satu Hot Dog Dapat Mengurangi Umur Hidup Hingga 36 Menit

Exit mobile version