Pelita Harapan Group (PHG) melalui Sekolah Dian Harapan (SDH) Global Batam berkomitmen untuk mempersiapkan generasi muda di Kepulauan Riau (Kepri) agar memiliki kompetensi global dan karakter yang kokoh. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa anak-anak di daerah ini mampu bersaing di kancah internasional.
Dr. Stephanie Riady, Presiden Pelita Harapan Group, menjelaskan bahwa inisiatif ini akan memanfaatkan keunikan Batam sebagai kota yang berkembang dalam keragaman dan keterhubungan yang kuat dengan pusat-pusat ekonomi regional. Dengan demikian, Batam menjadi lokasi yang ideal untuk mengembangkan pendidikan dengan perspektif global.
Stephanie mengungkapkan, “Lingkungan Batam sangat mendukung bagi pengembangan pendidikan yang berwawasan global.” Dalam pernyataannya pada Sabtu, 5 September 2026, dia menekankan pentingnya memanfaatkan karakteristik Batam dalam mendidik generasi penerus.
Acara Grand Launching SDH Global Batam yang berlangsung di Mega Mall Batam Center menjadi momen penting bagi PHG. Menurut Stephanie, kedekatan Batam dengan negara-negara seperti Singapura dan Malaysia, bersama dengan aktivitas industri serta investasi yang berkembang, memberikan anak-anak di Batam paparan terhadap beragam perspektif yang sangat berharga.
“Anak-anak yang dibesarkan di Batam memiliki kesempatan untuk memahami keberagaman serta menyaksikan interaksi Indonesia dengan kawasan lainnya dan dunia,” jelasnya. Dalam konteks pendidikan, hal ini sangat relevan dan mendukung pengembangan karakter serta kompetensi yang diperlukan.
Kegiatan Grand Launching ini merupakan kelanjutan dari soft launching yang telah dilakukan sebelumnya. Acara tersebut juga menjadi bagian dari persiapan SDH Global Batam dalam menyambut siswa pertama mereka pada tahun ajaran 2027/2028.
Stephanie menjelaskan bahwa pendidikan dengan sudut pandang global tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menguasai bahasa asing atau kesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri.
Anak-anak perlu dilatih untuk berpikir kritis, memahami sudut pandang yang berbeda, berkolaborasi, beradaptasi, dan memiliki integritas dalam memanfaatkan kemampuan yang mereka miliki.
“Global berarti kemampuan untuk memahami perspektif yang berbeda, berkomunikasi dan bekerja dengan orang dari latar belakang yang beragam, serta memiliki kompetensi yang relevan di mana pun mereka berada,” tambahnya.
Dia juga menekankan bahwa memiliki perspektif global harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan identitas yang solid. Anak-anak perlu mengenal dunia secara luas, sambil tetap memahami nilai-nilai yang mereka pegang dan tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar.
Dalam konteks Batam, Stephanie berpendapat bahwa keterhubungan dengan pusat-pusat ekonomi regional memberikan peluang yang signifikan bagi generasi muda. Namun, peluang tersebut tidak boleh dipahami sebagai indikasi bahwa masa depan hanya dapat diraih dengan meninggalkan daerah asal mereka.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif untuk Manajemen Keuangan Keluarga yang Terencana dan Tertata
➡️ Baca Juga: Elnusa Ciptakan Strategi Efisiensi Operasi 25% Menuju 2026 yang Optimal dan Terukur
