Ketidakpastian menghinggapi keikutsertaan Timnas Iran dalam Piala Dunia 2026. Di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, pemerintah Iran secara tegas mengisyaratkan bahwa partisipasi mereka sangat mungkin batal jika pertandingan tetap berlangsung di Amerika Serikat.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menegaskan bahwa keputusan mengenai keikutsertaan negara mereka sepenuhnya bergantung pada tindakan FIFA terkait lokasi penyelenggaraan.
“Iran pasti akan berpartisipasi dalam Piala Dunia jika permintaan kami kepada FIFA diterima,” ujar Donyamali dalam wawancara dengan Anadolu Agency yang dikutip pada Rabu, 8 April 2026.
Sejak terjadinya serangan militer pada 28 Februari lalu, hubungan antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel semakin memanas, bertransformasi menjadi konflik terbuka di kawasan Timur Tengah. Serangan tersebut diikuti oleh aksi balasan berupa serangan rudal dan drone dari Teheran ke sejumlah target di wilayah tersebut, yang menambah ketidakpastian dalam situasi keamanan dan menimbulkan kekhawatiran, termasuk mengenai keselamatan tim nasional Iran jika mereka harus bertanding di tanah Amerika.
Diketahui bahwa Iran dijadwalkan untuk memainkan seluruh pertandingan fase grup di wilayah Pantai Barat Amerika Serikat. Namun, pernyataan dari Presiden AS, Donald Trump, justru memperburuk keadaan.
Trump pernah mengungkapkan bahwa Iran “dipersilakan” untuk datang, tetapi di sisi lain, ia mengakui ketidakpastiannya mengenai keamanan mereka. “Saya tidak yakin bahwa itu aman bagi mereka untuk berada di sini, demi keselamatan mereka sendiri,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut segera ditanggapi oleh federasi sepak bola Iran. Ketua federasi, Mehdi Taj, menekankan bahwa mereka tidak akan mengambil risiko yang tidak perlu.
“Ketika Trump secara jelas menyatakan bahwa ia tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran, maka kami tentu tidak akan melakukan perjalanan ke Amerika,” kata Taj dengan tegas.
Sebagai alternatif, Iran meminta agar pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko, yang juga menjadi salah satu tuan rumah dalam turnamen yang diadakan di Amerika Serikat dan Kanada. Namun, harapan tersebut tampaknya tidak akan terwujud.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa semua pertandingan akan tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.
“Pertandingan akan dimainkan di tempat yang telah ditetapkan, sesuai hasil undian,” jelas Infantino usai pertemuan dengan perwakilan federasi Iran.
Penolakan terhadap permintaan ini membuat posisi Iran semakin sulit. Meskipun demikian, Donyamali menegaskan bahwa para pemain akan tetap melanjutkan persiapan mereka seperti biasa dan siap untuk bertanding jika situasi memungkinkan.
➡️ Baca Juga: Bitcoin Terjun Drastis ke US$63.000 Setelah Serangan AS dan Israel ke Iran
➡️ Baca Juga: Korban Tewas Serangan Balasan Iran ke Israel Bertambah Jadi 3 Orang
