Komunikasi Radio Tim Bongkar Kemarahan Verstappen terhadap Red Bull di F1 GP China Tanpa Siaran TV

Ketegangan antara Max Verstappen dan tim Red Bull Racing kembali mencuat setelah bocornya rekaman komunikasi radio tim yang tidak ditayangkan selama balapan Formula 1 Grand Prix China 2026. Kejadian ini menarik perhatian banyak penggemar dan pengamat F1 yang ingin mengetahui lebih dalam tentang dinamika yang terjadi di balik layar.

Percakapan tersebut menunjukkan bagaimana juara dunia empat kali itu mengungkapkan ketidakpuasannya di tengah balapan yang berlangsung di Sirkuit Shanghai, pada hari Minggu lalu. Situasi semakin rumit ketika mobil Red Bull yang dikendarainya mengalami penurunan performa pada sepuluh lap terakhir, memaksanya untuk mundur dari posisi keenam tanpa dapat menyelesaikan lomba.

Masalah teknis yang melanda mobil RB22 menjadi pukulan berat bagi Verstappen. Mobilnya secara tiba-tiba kehilangan daya dorong akibat gangguan yang berkaitan dengan reliabilitas, yang diungkapkan tidak dapat diperbaiki di tengah balapan.

Namun, masalah yang dihadapi Verstappen tampaknya bukan hanya sekadar kerusakan mesin. Selama akhir pekan di China, pembalap asal Belanda itu telah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait performa mobil generasi terbaru Formula 1 musim 2026.

Dia merasa bahwa mobil Red Bull sulit untuk dikendalikan dan mengalami degradasi ban yang cukup cepat. Kondisi ini membuatnya kesulitan dalam menjaga ritme balapan yang optimal.

Ketegangan semakin meningkat ketika rekaman komunikasi radio antara Verstappen dan insinyur balapnya, Gianpiero Lambiase, terungkap. Percakapan yang berlangsung antara lap ke-33 hingga lap ke-37 itu menampakkan nuansa yang cukup emosional.

Verstappen tidak ragu untuk mengeluhkan sistem manajemen energi mobilnya selama balapan.

“Teman, tombol boost saya ini benar-benar bermasalah,” ungkap Verstappen melalui radio tim, mengekspresikan frustrasinya.

Lambiase berusaha memberikan arahan agar Verstappen mengatur manajemen ban di beberapa tikungan. Dia menjelaskan bahwa Verstappen kehilangan waktu hampir satu detik dari para pesaingnya hanya dalam beberapa tikungan tertentu. Meskipun demikian, Verstappen meragukan analisis tersebut.

“Di tikungan tujuh dan delapan, sampai satu detik?” tanya Verstappen, mempertanyakan kebenaran informasi yang diberikan.

Lambiase menjelaskan bahwa kehilangan waktu tersebut sebenarnya terjadi dalam satu sektor meski sebagian besar berasal dari tiga tikungan yang dimaksud. Di tengah diskusi ini, Verstappen juga menyatakan kesulitan dalam mengendalikan kondisi bannya.

“Ban saya sudah tidak ada grip. Saya benar-benar tidak bisa mengaturnya,” keluh Verstappen, menunjukkan betapa seriusnya masalah yang dihadapinya.

Lambiase kembali mencoba memberikan data yang menunjukkan bahwa waktu paling banyak hilang justru terjadi saat pengereman dan keluar dari Tikungan 6. Namun, meskipun demikian, Verstappen tetap bersikeras bahwa masalah yang dihadapinya lebih kompleks dari yang dipahami tim.

➡️ Baca Juga: Rahasia Sukses di Dunia Musik yang Jarang Diketahui

➡️ Baca Juga: Game Gratis Baru di Steam: Jelajahi Dunia Petualangan yang Luas dan Menarik

Exit mobile version