Kapolres Muba Identifikasi Penyebab Kemacetan di Jalitim dan Langkah Perbaikan yang Diterapkan

Arus mudik di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Jambi, khususnya di Km 148 Desa Simpang Tungkal, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kepadatan lalu lintas pun menjadi masalah serius, menciptakan kemacetan di beberapa lokasi.
Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Ruri Prastowo, mengambil inisiatif untuk terjun langsung ke lapangan. Ia mengawasi dan mengatur arus lalu lintas serta menertibkan kendaraan yang melanggar aturan dengan melawan arus.
Dari pengamatan pihak kepolisian, kemacetan terpantau terjadi di beberapa titik sepanjang Jalintim Muba. Lokasi-lokasi tersebut mencakup Km 148 hingga Km 160 dan Km 176 sampai Km 185.
Ruri menyampaikan, “Kami memang mencatat adanya peningkatan jumlah kendaraan di Jalintim Musi Banyuasin. Titik-titik kemacetan teridentifikasi di Km 148 hingga Km 160 dan Km 176 hingga Km 185,” pada Selasa, 17 Maret 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa lonjakan volume kendaraan mulai terasa sejak 14 hingga 16 Maret 2026. Peningkatan tersebut disebabkan oleh arus mudik yang semakin ramai di jalur utama yang menghubungkan Sumatera Selatan dan Jambi.
Ruri mengungkapkan, ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kemacetan di jalur ini. Salah satunya adalah kondisi jalan yang tidak rata, dengan banyak tanjakan dan turunan yang membuat kendaraan besar cenderung melambat.
“Kontur jalan di area ini memang bergelombang, dengan banyak tanjakan dan turunan, sehingga truk-truk besar sering mengalami perlambatan saat melintas,” paparnya.
Selain itu, keberadaan kendaraan truk besar yang melintasi jalur ini juga menjadi penghambat kecepatan arus lalu lintas, terutama saat volume kendaraan meningkat tajam.
Masalah lain yang memperburuk keadaan adalah ketidaktertiban sebagian pengguna jalan. Beberapa pengendara nekat melawan arus demi mencapai tujuan dengan lebih cepat.
“Masih ada masyarakat yang tidak mematuhi aturan dengan melawan arus, yang justru membuat kemacetan semakin parah,” jelas Ruri.
Kemacetan juga semakin diperparah oleh insiden kendaraan yang mengalami kerusakan di jalan, seperti truk terguling yang membawa muatan besi dan truk yang mengalami patah as roda.
“Ada beberapa kejadian di mana truk terguling dengan muatan besi serta truk yang patah as, yang menambah panjang antrean kendaraan,” ungkapnya.
Ruri menambahkan, faktor lain yang berkontribusi terhadap kemacetan adalah kondisi jalan yang belum mengalami pelebaran. Hal ini menyebabkan jalan tidak cukup untuk menampung lonjakan volume kendaraan saat arus mudik.
➡️ Baca Juga: Membangun Karir: Tips untuk Sukses di Dunia Kerja
➡️ Baca Juga: One UI 6.1 vs Pixel UI: Kajian 50 Aplikasi Sistem untuk Pengguna Indonesia




