Jakarta – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) telah menyiapkan operasional secara menyeluruh dengan menyediakan layanan bongkar muat yang beroperasi selama 24 jam setiap hari. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan arus petikemas menjelang Idul Fitri 1447 H, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah yang memberlakukan pembatasan angkutan barang selama periode mudik.
Inisiatif ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas logistik di tanah air, terutama di sektor domestik, yang menunjukkan pertumbuhan signifikan saat memasuki minggu ketiga Ramadan.
Di Terminal Petikemas 2 (TP2) Domestik, lonjakan aktivitas tercatat mencapai sekitar 37,5 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh bertambahnya throughput serta frekuensi kunjungan kapal yang berdampak pada tingkat Yard Occupancy Ratio (YOR).
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyatakan bahwa peningkatan arus petikemas telah direncanakan dengan baik melalui penguatan sistem operasional yang terintegrasi dan responsif.
“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah mengenai pengaturan pembatasan angkutan barang selama masa mudik. Dengan itu, IPC TPK memastikan bahwa layanan bongkar muat tetap berjalan secara optimal selama 24/7, didukung oleh monitoring yang intensif dan kesiapan personel operasional di seluruh lini,” ungkap Pramestie dalam keterangannya pada Rabu, 18 Maret 2026.
Untuk menjaga kelancaran arus logistik dan menghindari kepadatan di area pelabuhan, IPC TPK telah menerapkan sejumlah langkah mitigasi strategis.
Beberapa di antaranya meliputi optimalisasi layanan gate pass, pemanfaatan lapangan penumpukan Lini 2 sebagai buffer bagi Lini 1, serta kerjasama dengan beberapa depo petikemas pendukung di sekitar Tanjung Priok. Selain itu, fungsi manajemen lalu lintas dan pengendalian keselamatan diperkuat dengan penempatan petugas Port Facility Security Officer (PFSO) di titik-titik rawan antrean.
Sejalan dengan rencana pemberlakuan pembatasan angkutan barang yang akan berlangsung dari 13 hingga 29 Maret, IPC TPK memprediksi akan ada percepatan aktivitas pengiriman dari para pelanggan sebelum periode tersebut dimulai.
Oleh karena itu, perusahaan secara aktif mengimbau pengguna jasa untuk mempercepat pengambilan petikemas yang akan dikeluarkan menuju depo di sekitar Jakarta Utara, guna menghindari potensi penumpukan pasca Lebaran.
“Percepatan dalam proses pengiriman sebelum masa pembatasan adalah kunci untuk menjaga kelancaran rantai pasok. Dengan adanya sinergi antara operator terminal, regulator, dan pengguna jasa, kami optimis arus logistik nasional dapat tetap terjaga dengan baik selama periode Lebaran,” tutup Pramestie.
➡️ Baca Juga: Informasi Syarat & jadwal Beasiswa Grab 2025 terbuka umum
➡️ Baca Juga: Negara Tetangga RI Terapkan Kebijakan Hemat Energi Amid Krisis Energi Global
