Harga emas dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, 16 September 2026, tercatat seharga Rp 2.593.000 per gram. Ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp 1.000 per gram dibandingkan dengan harga yang berlaku di hari sebelumnya.
Menurut data dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga buyback emas hari ini ditetapkan pada angka Rp 2.438.000 per gram. Penting untuk diingat bahwa harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung pada kondisi pasar.
Berkenaan dengan ukuran emas yang ditawarkan, harga untuk emas 5 gram dijual seharga Rp 12,740 juta, dan emas 10 gram dihargai Rp 25,425 juta. Selanjutnya, untuk 25 gram, harga yang ditetapkan adalah Rp 63,437 juta, sedangkan emas seberat 50 gram dibanderol Rp 126,795 juta. Emas 100 gram dijual seharga Rp 253,512 juta, 250 gram seharga Rp 633,515 juta, dan 500 gram seharga Rp 1,266,820 miliar.
Dalam penawaran terendah dan tertinggi, emas 0,5 gram dijual dengan harga Rp 1,346 juta, sedangkan emas dengan berat 1.000 gram mencapai nilai Rp 2,533,6 miliar. Ini menunjukkan variasi harga yang cukup signifikan berdasarkan ukuran emas yang dibeli.
Perlu diketahui bahwa harga jual emas batangan Antam ini tidak termasuk pajak. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 34/PMK.10/2017, setiap transaksi penjualan emas akan dikenakan potongan pajak tertentu.
Bagi penjual yang mengembalikan emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai lebih dari Rp 10 juta, akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk yang tidak memiliki NPWP. Potongan PPh 22 ini akan langsung diterapkan pada total nilai transaksi buyback.
Di pasar global, harga emas mengalami penurunan tipis pada perdagangan pagi ini. Investor cenderung bersikap menunggu dan melihat menjelang keputusan dari Federal Reserve Amerika Serikat, yang diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga acuan.
Sumber dari The Economic Times melaporkan bahwa harga emas di pasar spot internasional mengalami penurunan sebesar 0,1 persen menjadi US$4.288,48 per ons. Sementara itu, untuk kontrak berjangka emas AS yang akan jatuh tempo pada bulan Desember, harganya juga turun 0,1 persen, mencapai US$4.328,1 per ons.
Dengan perkembangan ini, dinamika harga emas, baik di dalam negeri maupun pasar global, menunjukkan bahwa para investor harus tetap waspada dan mengikuti tren terkini. Keputusan yang diambil oleh Federal Reserve akan sangat mempengaruhi arah pergerakan harga emas ke depan, baik dalam hal permintaan maupun penawaran.
Tren penurunan harga emas global juga mencerminkan ketidakpastian di pasar keuangan yang lebih luas. Dengan adanya potensi kenaikan suku bunga, banyak investor yang mungkin mencari aset yang lebih aman, termasuk emas, sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Bagi para investor emas, sangat disarankan untuk memperhatikan fluktuasi harga dan faktor-faktor yang memengaruhi pasar. Memahami dinamika ini akan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih bijak terkait investasi emas, termasuk kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual.
Sementara itu, perubahan harga emas Antam dapat memberikan peluang bagi investor lokal untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang lebih luas. Dengan informasi yang akurat dan pemahaman yang mendalam tentang tren harga, investor dapat mengambil langkah strategis yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan dari investasi emas mereka.
Dengan semua informasi ini, penting bagi para pemangku kepentingan untuk tetap terinformasi dan responsif terhadap perubahan yang terjadi di pasar emas. Pergerakan harga emas Antam dan global akan terus menjadi sorotan dalam beberapa minggu mendatang, terutama menjelang keputusan penting dari Federal Reserve.
➡️ Baca Juga: Evakuasi Penumpang Kapal Kandas di Perairan Konawe
➡️ Baca Juga: Konser Amal untuk Korban Bencana Alam di Indonesia
