Golkar Harapkan Kadernya Aman di Tengah Munculnya Isu Reshuffle Kabinet

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, memberikan tanggapan terkait isu mengenai reshuffle atau perombakan kabinet yang dikenal dengan sebutan Kabinet Merah Putih.

Sarmuji menekankan bahwa keputusan mengenai reshuffle adalah hak prerogatif Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Golkar sepenuhnya menyerahkan segala keputusan terkait hal tersebut kepada Presiden.

Menurut Sarmuji, hanya Prabowo yang memiliki pemahaman mendalam tentang kinerja para menteri dalam kabinetnya.

“Isu reshuffle ini bukanlah hal baru, namun semua keputusan berada di tangan Presiden. Kami menyerahkan kewenangan ini sepenuhnya kepada beliau,” ujar Sarmuji saat berbicara kepada wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, pada Kamis, 9 April 2026.

“Presiden tentu lebih mengetahui komposisi kabinet, tim yang ada, serta bagaimana mereka bekerja. Jika ada yang perlu diperbaiki atau direstrukturisasi, itu semua ada di tangan Presiden. Kami percayakan sepenuhnya kepada beliau,” tambahnya.

Sarmuji juga mengungkapkan harapannya agar tidak ada kader dari partainya yang terkena dampak dari perombakan kabinet apabila Prabowo memutuskan untuk melakukannya.

“Kami berharap tidak ada. Semoga tidak ada,” jelasnya dengan penuh harapan.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, juga memberikan komentar mengenai isu reshuffle dalam jajaran menteri di Kabinet Merah Putih.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk melakukan reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Belum ada,” ungkap Prasetyo kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 8 April 2026.

Meskipun demikian, Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo rutin melakukan evaluasi terhadap kinerja semua menteri dalam Kabinet Merah Putih setiap harinya.

Evaluasi ini, menurutnya, mencakup kemampuan para menteri dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh Presiden Prabowo.

“Jika ditanyakan tentang evaluasi terhadap kinerja kabinet, jawabannya tentu ada. Evaluasi berlangsung setiap saat, setiap hari, dan dalam konteks apakah kami sebagai pembantu Presiden telah menjalankan tugas dengan baik,” ungkapnya.

➡️ Baca Juga: Temukan Lokasi Parkir Kendaraan Anda Secara Akurat Dengan Aplikasi Viral yang Berguna Ini

➡️ Baca Juga: Kuasai Skill Negosiasi Digital untuk Mencapai Kesepakatan Bisnis yang Menguntungkan

Exit mobile version