Cuitan Terakhir Akun X Ali Khamenei Setelah Pernyataan Meninggal oleh Donald Trump

Dunia saat ini dikejutkan oleh kabar mengenai meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, muncul berita duka mengenai Ali Khamenei yang dikabarkan telah meninggal akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika.
Beberapa menit setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa “Khamenei telah tewas,” sebuah pesan yang penuh teka-teki muncul di platform media sosial X milik Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.
Pesan yang dibagikan ditulis dalam bahasa Persia dan mengandung referensi kepada Haidar, yang merupakan Imam Syiah pertama dan salah satu tokoh paling penting dalam sejarah Islam Syiah.
Dalam cuitannya yang berbunyi, “Be nām-e nāmi-ye Heydar, alayhis-salām,” yang dapat diterjemahkan sebagai: “Dengan nama Haidar yang dimuliakan (semoga damai tercurah kepadanya),” akun @Khamenei_fa mempostingnya pada Senin, 2 Maret 2026.
Sebelumnya, Donald Trump juga mengumumkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, telah tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di Teheran. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyampaikan pernyataan mengenai kematian Khamenei.
Trump menulis bahwa “Khamenei, salah satu individu paling jahat dalam sejarah, telah meninggal dunia.”
Ia mengklaim bahwa keberadaan pemimpin agama tersebut berhasil dilacak menggunakan teknologi pelacakan canggih dan menyebutkan bahwa pembunuhan ini merupakan kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali kendali atas negara mereka.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa terdapat “banyak tanda” yang menunjukkan bahwa pemimpin berusia 86 tahun itu memang telah meninggal.
Sumber dari The Times of India melaporkan bahwa pejabat senior Ali Larijani memperingatkan bahwa tindakan Amerika Serikat dan Israel akan membawa konsekuensi yang sangat serius, sekaligus berjanji akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada mereka dari angkatan bersenjata Iran. Dalam waktu singkat, rudal dan drone diluncurkan ke arah Israel dan pangkalan militer AS yang ada di kawasan Teluk.
Serangan dimulai sekitar pukul 09.30 waktu setempat di Teheran, dengan laporan ledakan yang terjadi di dekat kompleks Rumah Kepemimpinan Khamenei yang dijaga secara ketat.
Citra satelit menunjukkan bahwa bangunan-bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan parah dan puing-puing tersebar dalam radius satu kilometer. Pejabat Israel kemudian mengonfirmasi bahwa kompleks tersebut hancur dalam serangan yang mereka sebut sebagai serangan kejutan dengan skala besar.
Sebagai informasi tambahan, Khamenei telah memimpin Iran sejak tahun 1989, menggantikan posisi Ayatollah Ruhollah Khomeini. Selama hampir empat dekade, ia berhasil mengonsolidasikan kekuasaan di berbagai lembaga, termasuk lembaga keagamaan, sistem peradilan, dan angkatan bersenjata.
➡️ Baca Juga: Rantai Pasok Global yang Rentan Jadi Target Serangan Siber
➡️ Baca Juga: One UI 6.1 vs Pixel UI: Kajian 50 Aplikasi Sistem untuk Pengguna Indonesia


